Skip to content

Observabilitas AI | Dokumentasi OpexMX

Pelacakan jejak eksekusi (trace) untuk setiap interaksi AI, meliputi model, konsumsi token, pemanggilan tool, dan durasi, dilengkapi evaluasi kualitas berkala secara opt-in.

Diperbarui

Observabilitas AI

Lokasi Menu: Observabilitas AI pada bilah navigasi utama, fitur bersifat opt-in dan diaktifkan melalui flag konfigurasi lingkungan pengembang (dev flag).

Masalah Lapangan yang Kerap Terjadi

  • "Asisten AI memberikan respons yang keliru, bagaimana cara memeriksa langkah penalaran yang diambilnya?"
  • "Apakah kuota token habis terpakai untuk kueri pengguna yang tidak menghasilkan jawaban valid?"
  • "Apakah pencarian dokumen (RAG) benar-benar menemukan manual teknis yang relevan, atau model justru mengabaikan konteks tersebut?"

Pengembangan dan penggunaan fitur kecerdasan buatan memerlukan transparansi data agar performanya dapat dievaluasi secara terukur.


Tantangan Kotak Hitam (Black Box) pada AI

Fitur berbasis kecerdasan buatan sering kali bekerja bagai kotak hitam. Ketika sistem menghasilkan rekomendasi teknis yang tidak akurat, pengembang kesulitan mengetahui model mana yang dipanggil, dokumen apa yang diambil dari basis pengetahuan, serta berapa banyak token komputasi yang dikonsumsi. Akibatnya, biaya operasional membengkak, penurunan kualitas output tidak terdeteksi, dan peningkatan kualitas prompt tidak dapat diukur secara kuantitatif.

Solusi Observabilitas AI OpexMX

OpexMX menyediakan pencatatan jejak (tracing) terperinci untuk setiap eksekusi fitur AI di dalam aplikasi. Sistem merekam model yang digunakan, status pemrosesan, durasi waktu, putaran percakapan (rounds), riwayat pemanggilan perkakas (tool calls beserta parameter input dan output), konsumsi token, serta cuplikan pesan konteks. Hal ini memungkinkan setiap interaksi AI untuk diaudit, dianalisis, dan ditingkatkan mutunya.

Rekam Jejak Eksekusi (Trace Per Eksekusi)

Setiap interaksi AI dicatat ke dalam entitas data ai_trace yang mencakup atribut: feature, model, status, durationMs, rounds, daftar toolCalls terstruktur, rincian tokenUsage (prompt dan completion), cuplikan pesan terkini, respons keluaran, serta rincian pesan kesalahan (error) jika terjadi kendala.

Klasifikasi Otomatis Fitur RAG

Sistem secara otomatis mengelompokkan trace berdasarkan modul pemanggil. Ketika asisten membaca berkas manual teknis mesin, sistem secara cerdas mengubah klasifikasi dari copilot menjadi rag. Hal ini memudahkan identifikasi jawaban yang bersumber dari dokumen resmi dibandingkan jawaban generik model secara sekilas.

Pipeline Evaluasi Kualitas (Evaluation Pipeline)

Data trace dapat dijadikan sebagai data uji (evaluation fixture). Berikan penilaian skor kualitas berbasis fitur dan algoritma evaluator, lalu pantau perkembangan tren kualitas respons dari waktu ke waktu. Pendekatan ini memastikan bahwa pembaruan versi model atau modifikasi prompt dilakukan berdasarkan data metrik yang terukur, bukan sekadar asumsi subjektif.

Desain Bersifat Opt-In

Antarmuka pemantau trace secara default dalam kondisi nonaktif di setiap penyewa (tenant). Administrator dapat mengaktifkannya menggunakan flag konfigurasi ketika perlu melakukan investigasi mendalam. Mekanisme pengumpulan data trace bekerja dengan prinsip best-effort di latar belakang tanpa membebani performa maupun memblokir eksekusi fitur utama bagi pengguna.

Alur Kerja Observabilitas AI

  1. Aktivitas Pengguna: Pengguna memanfaatkan fitur AI pada aplikasi (seperti asisten pemeliharaan, pencarian manual RAG, atau pengisian formulir otomatis).
  2. Pengumpulan Span: Mesin kolektor mencatat setiap tahapan kerja: panggilan API model, pemanggilan perkakas pendukung, dan jumlah konsumsi token.
  3. Penyimpanan Data: Saat interaksi selesai, berkas trace dikirim ke media penyimpanan data secara asinkron (best-effort).
  4. Inspeksi Interaktif: Pengembang atau administrator membuka panel pemantau untuk memeriksa rincian alur penalaran dan respons AI.
  5. Evaluasi Berkelanjutan: Lakukan penilaian skor terhadap sampel hasil eksekusi untuk mengevaluasi keandalan sistem dari waktu ke waktu.

Pengguna dan Fokus Utama

PeranFokus Utama
Tim Produk dan AI EngineerMenganalisis alur penalaran model dan memvalidasi keakuratan pemanggilan perkakas sistem.
FinOps dan Pengelola AnggaranMemantau efisiensi pengeluaran biaya dan konsumsi token komputasi per fitur aplikasi.
Site Reliability Engineer (SRE)Mengidentifikasi kegagalan respons, siklus percobaan ulang (retry), dan latensi eksekusi yang lambat.
Tim Jaminan Kualitas (QA)Memantau tren skor akurasi jawaban sebelum dan sesudah pembaruan prompt atau versi model.

Praktik Terbaik

  • Aktifkan panel observabilitas saat melakukan investigasi terhadap laporan anomali jawaban tertentu, lalu nonaktifkan kembali setelah selesai.
  • Kelompokkan data trace berdasarkan fitur untuk menemukan modul yang paling banyak mengonsumsi token atau memiliki latensi tertinggi.
  • Jalankan pengujian evaluasi terstandarisasi sebelum dan sesudah mengubah instruksi prompt atau model dasar guna memverifikasi perbedaan kualitas secara kuantitatif.
  • Pantau efisiensi pemakaian token bersamaan dengan metrik akurasi respons, pilihlah formulasi prompt yang ringkas namun tetap memberikan presisi tinggi.

Integrasi Antarmodul

  • Copilot Pemeliharaan dan RAG: Setiap permintaan interaktif asisten dan proses penarikan dokumen teknis tercatat secara menyeluruh.
  • Otomasi Pengisian Data (Autocomplete / Fill-AI): Eksekusi jalur cepat pada formulir digital turut terekam di dalam sistem tracing.
  • Manual Fasilitas dan Pusat Pengetahuan: Riwayat pencarian dokumen panduan mesin terekam sebagai span pemanggilan perkakas retrieval.